KEUTAMAAN SHALAWAT KEPADA NABI SAWW
Syeikh
Abbas Al-Qumi mengatakan bahwa Syeikh Shaduq (ra) meriwayatkan dalam kitabnya
Ma’anil Akhbar: Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) menjelaskan tentang makna firman
Allah saw, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi…(33:56)
: Shalawat dari Allah azza wa jalla adalah rahmat, shalawat dari malaikat
adalah pensucian, dan shalawat dari manusia adalah doa.” (Ma’anil akhbar: 368).
Dalam
kitab yang sama diriwayatkan bahwa perawi hadis ini bertanya: Bagaimana cara
kami bershalawat kepada Muhammad dan keluarganya? Beliau as menjawab :صلوات الله وصلوات ملائكته وانبيائه ورسله
وجميع خلقه على محمّد وآل محمّد والسلام عليه وعليهم ورحمه الله وبركاته
“Semoga shalawat Allah, para
malaikat-Nya, para nabi-Nya, para rasul-Nya dan seluruh makhluk-Nya senantiasa
tercurahkan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan semoga keselamatan,
rahmat dan keberkahan Allah senantiasa tercurahkan kepadanya dan kepada
mereka.”
Aku
bertanya: Apa pahala bagi orang yang bershalawat kepada Nabi dan keluarganya
dengan shalawat ini? Beliau menjawab: “Ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti
keadaan bayi yang baru lahir dari ibunya.” (Ma’anil akhbar: 368)
Rasulullah saw bersabda: “Pada suatu malam aku diperjalankan
untuk mi’raj ke langit, lalu aku melihat malaikat yang mempunyai seribu tangan,
dan setiap tangan mempunyai seribu jari-jemari. Malaikat itu menghitung dengan
jari-jemarinya, lalu aku bertanya kepada Jibril : Siapakah malaikat itu dan apa
yang sedang dihitungnya?
Jibril menjawab: Dia adalah malaikat yang ditugaskan untuk
menghitung setiap tetesan hujan, ia menghafal setiap tetesan hujan yang
diturunkan dari langit ke bumi.
Kemudian aku bertanya kepada malaikat itu: Apakah kamu
mengetahui berapa tetesan hujan yang diturunkan dari langit ke bumi sejak Allah
menciptakan dunia?
Ia menjawab : Ya Rasulallah, demi Allah yang
mengutusmu membawa kebenaran kepada makhluk-Nya, aku tidak hanya mengetahui
setiap tetesan hujan yang turun dari langit ke bumi, tetapi aku juga mengetahui
secara rinci berapa jumlah tetesan hujan yang jatuh di lautan, di daratan, di
bangunan, di kebun, di tanah yang bergaram, dan yang jatuh di kuburan.
Kemudian Rasulullah saw bersabda: Aku kagum
terhadap kemampuan hafalan dan ingatanmu dalam perhitungan itu.
Kemudian malaikat itu berkata : Ya Rasulallah, ada
yang tak sanggup aku menghafal dan mengingatnya dengan perhitungan tangan dan
jari-jemariku ini. Rasulullah saw
bertanya: Perhitungan apakah itu? Ia
menjawab: ketika suatu kaum dari ummatmu menghadiri suatu majlis, lalu namamu
disebutkan di majlis itu, kemudian mereka bershalawat kepadamu. Pahala shalawat
mereka itulah yang tak sanggup aku menghitungnya.” (Al-Mustadrah Syeikh
An-Nuri, jilid 5: 355, hadis ke 72)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar