SEKOLAH
IDAMANKU
Deuis
Srihidayati
Mulai
bulan Januari akhir biasanya para orang tua sudah mulai mencari referensi
sekolah-sekolah yang nantinya akan dipilih untuk anaknya melanjutkan sekolah
baik melalui brosur, promosi agen, rekomendasi teman dekat, maupun internet.
Jika
anak menyerahkan pilihan kepada orang tua mau kemana dia melanjutkan sekolah,
masalahnya akan lebih mudah. Orang tua lebih berfokus pada mencari dan
mengetahui potensi anak, mau dikembangkan seperti apa dan bagaimana
membentuknya dan dimana tempat atau sekolah yang tepat untuk memfasilitasinya
agar potensi anak muncul dengan optimal.
Lain
halnya jika anak memiliki pilihan sendiri. Dan pilihannya bertolak belakangan
dengan keinginan orang tua. Apa yang harus dilakukan? Komunikasi. Bicarakan
dengan anak dari hati ke hati. Pertama dengarkan penjelasan anak mengapa dia
memilih sekolah itu, fahami keinginannya, mengerti tujuannya dari kaca mata
nya. Baru kemudian kita memberikan menjelaskan sekolah-sekolah pilihan kita
yang menurut kita terbaik untuk nya.
Para
orang tua dan siswa mesti mencari, memilih dan memilah sebelum akhirnya
memutuskan untuk bergabung di sekolah yang menjadi idamannya. Apa itu sekolah
idaman? Idaman memiliki arti sesuatu yang didambakan, diharapkan atau
dicita-citakan. Sekolah idaman bermakna sekolah yang diharapkan oleh para orang
tua dan siswa untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman belajar guna meraih masa
depan yang gemilang.
Untuk
para orang tua yang masih pusing mencari sekolah seperti apa yang tepat untuk
anaknya, berikut ini ada beberapa kriteria sekolah idaman:
Pertama,
sekolah yang komunikatif. pihak sekolah (terutama sekolah yang menggunakan
system boarding school/ asrama atau pesantren) secara berkala menyampaikan
perkembangan anaknya kepada orang tua sebagai mitra dalam mendidik. Media yang
digunakan bisa melalui surat atau media sosial. Kita akan mengetahui
perkembangan anak dan merasa dekat walaupun kita tinggal jauh terpisah
dengannya.
Kedua,
sekolah yang kooperatif.
Sekolah memberikan kebebasan kepada siswa
baik mengenai pendidikan maupun biaya yang disesuaikan dengan
kemampuan orang tua tanpa merendahkan derajat sama sekali. Sekolah, guru dan masyarakat bekerja sama untuk menyediakan lingkungan yang
terbaik untuk para siswanya.
Ketiga, sekolah yang religius. Sekolah yang mendasarkan akhlakul karimah dalam segala
aspek kehidupan sekolah. Bukan hanya terpajang dalam papan visi misi sekolah
tapi menjadikan akhlak sebagai ruh sekolah menanamkan nilai-nilai kejujuran,
tanggung jawab, disiplin, kerja sama, visioner dan lain sebagainya.
Keempat, Kreatif. Sekolah
mengarahkan siswanya untuk menjadi insan yang kreatif. Mampu mencipta dan
menghasilkan karya.
Kelima, konsisten menjalankan visi
misi sekolah. Semua kegiatan sekolah menggambarkan visi misi baik dari perangkat
lunak (sikap kepala sekolah, guru dan siswa) maupun perangkat kerasnya (sarana
dan prasarana)
Keenam, sekolah yang menyediakan
banyak kegiatan Ekstrakurikuler (ekskul). Sekolah memfasilitasi berbagai macam
potensi yang dimiliki siswa. Sehingga menciptakan keseimbangan antara kemampuan
akademis dan non akademis. Orang tua siswa senang jika anaknya sibuk dan banyak
kegiatan apalagi jika kegiatannya bermakna dan berguna bagi masa depan. Ekskul
yang kreatif bisa menjadi solusi.
Tak kalah penting dari hal diatas
adalah kualitas bangunan. Bangunan sekolah yang rusak, kebersihan dan perawatan
yang terjaga akan memberikan kenyamanan pada siswa sehingga proses kegiatan belajar
dan mengajar berjalan dengan kondusif.
Bagaimana jika anak kita tidak diterima
di sekolah yang menurut kita itu sekolah terbaik untuk anak kita? Sekolah itu
adalah sekolah idaman kita? Apakah kita harus melakukan berbagai cara untuk
meloloskannya? Apakah kita merasa bahwa kalau anak kita tidak masuk di sekolah
itu maka masa depan anak akan suram? Ataukah kita akan mencari sekolah lain
dengan keyakinan bahwa dimanapun anak kita bersekolah dia akan mendapatkan
kesuksesan?
Ada hal penting yang seyogyanya
menjadi perhatian
Pertama, Jangan memaksakan kehendak
kepada anak. Sekolah yang menurut kita baik bisa jadi tidak baik dalam
pandangan anak. Jika anak tidak nyaman dengan sekolahnya, lalu bagaimana dia
akan berkembang dan berkarya? bagaimana dia akan dengan leluasa berusaha meraih
mimpi-mimpinya sementara dia merasa dalam tekanan cita-cita orang tuanya?
Kedua, tanamkan dalam fikiran kita
bahwa sekolah itu pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada sekolah
yang sempurna. Mungkin unggul dalam satu hal dan kurang dalam hal lain. Jika
seperti itu maka pilihlah sekolah yang lebih banyak mengaplikasikan aspek
religi dalam semua kegiatannya. Mengapa demikian? Karena hal tertinggi dari
ilmu pengetahuan adalah pembentukan akhlak (karakter).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar